Mengungkap Rahasia Jamur: Bukan Tumbuhan, Bukan Hewan!

Pernahkah kamu melihat jamur tumbuh di kayu lapuk, permukaan tempe, atau roti yang sudah basi?

Dulu, banyak orang mengira jamur adalah jenis tumbuhan karena mereka tumbuh di tanah dan tidak bisa berpindah tempat. Namun, seiring berkembangnya ilmu biologi, para ilmuwan menemukan fakta mengejutkan: jamur sama sekali bukan tumbuhan!

Jamur memiliki kelompok atau kerajaannya sendiri yang disebut Kingdom Fungi. Lalu, apa yang membuat jamur begitu spesial dan berbeda dari makhluk hidup lainnya? Mari kita bedah struktur selnya.

Bagaimana Anatomi dan Struktur Sel Jamur ?

Secara mikroskopis, sel jamur masuk ke dalam kelompok eukariotik, yang berarti sel mereka sudah memiliki membran inti (nukleus sejati) yang membungkus materi genetik (DNA).


(Sumber: Shutterstock)

Berikut adalah komponen utama yang menyusun sel jamur:

Dinding Sel (Terbuat dari Kitin): Ini adalah ciri khas utama jamur. Dinding sel jamur sangat kuat karena terbuat dari zat bernama kitin. Sebagai informasi, kitin ini adalah zat yang sama yang membentuk cangkang keras pada serangga dan kepiting!

Membran Sel: Lapisan pelindung di bawah dinding sel yang mengatur keluar masuknya zat, seperti nutrisi dan air, ke dalam sel. Membran sel jamur mengandung senyawa unik yang disebut ergosterol (berbeda dengan manusia/hewan yang memiliki kolesterol).

Nukleus (Inti Sel): "Otak" dari sel yang menyimpan DNA dan mengendalikan seluruh aktivitas sel.

Mitokondria: Berfungsi sebagai "pabrik energi" sel melalui proses respirasi seluler.

Vakuola: Kantung besar di dalam sel yang berfungsi untuk menyimpan air, nutrisi, dan zat sisa metabolisme.

Hifa dan Miselium: Pada jamur multiseluler (bersel banyak), sel-selnya memanjang dan menyambung membentuk benang-benang halus yang disebut hifa. Kumpulan hifa yang bercabang-cabang dan membentuk jaringan padat disebut miselium. Miselium inilah yang menyerap makanan dari lingkungan sekitar.

Apa Bedanya Jamur dengan Makhluk Hidup Lain?

Untuk memahami mengapa jamur dipisahkan dari kelompok tumbuhan dan hewan, kita bisa melihat perbedaannya dari cara mereka hidup dan struktur tubuhnya.

1. Jamur vs Tumbuhan

Kesalahan terbesar di masa lalu adalah menyamakan jamur dengan tumbuhan. Perbedaan utamanya ada pada cara mencari makan. Tumbuhan memiliki klorofil (zat hijau daun) sehingga bisa melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri (Autotrof). Jamur tidak punya klorofil, sehingga tidak bisa berfotosintesis. Jamur mendapatkan makanan dengan cara menyerap nutrisi dari makhluk hidup lain atau sisa-sisa organisme yang sudah mati (Heterotrof). Selain itu, dinding sel tumbuhan terbuat dari selulosa, sedangkan jamur dari kitin.

2. Jamur vs Hewan

Cara jamur makan sebenarnya lebih mirip hewan (sama-sama heterotrof). Namun, hewan memasukkan makanan ke dalam mulut lalu mencernanya di dalam tubuh. Sebaliknya, jamur mencerna makanannya di luar tubuh. Jamur mengeluarkan enzim khusus ke lingkungan sekitarnya untuk menghancurkan zat organik kompleks menjadi lebih sederhana, lalu menyerapnya. Hewan juga tidak memiliki dinding sel sama sekali, tidak seperti jamur.

Tabel Perbandingan Singkat antara Jamur dengan tumbuhan dan hewan

Ciri-Ciri Utama

Jamur (Fungi)

Tumbuhan (Plantae)

Hewan (Animalia)

Klorofil

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Cara Makan

Heterotrof (Menyerap nutrisi)

Autotrof (Fotosintesis)

Heterotrof (Menelan/Mencerna di dalam)

Dinding Sel

Ada (Terbuat dari Kitin)

Ada (Terbuat dari Selulosa)

Tidak ada dinding sel

Zat Cadangan

Glikogen

Amilum / Pati

Glikogen

Kesimpulan

Jamur adalah makhluk hidup eukariotik yang sangat unik. Memiliki dinding sel yang kuat dari kitin layaknya cangkang serangga, namun menyerap makanan dari lingkungan luar layaknya alat penyedot nutrisi. Pemahaman tentang struktur sel jamur ini sangat penting, tidak hanya untuk biologi dasar, tetapi juga dalam dunia medis (seperti penemuan antibiotik Penicillin) dan industri makanan (seperti pembuatan roti dan tempe).

Referensi

-Irnaningtyas. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.

-Campbell, N. A., Reece, J. B., dkk. (2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2020). Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas X: Fungi. Jakarta: Direktorat Sekolah Menengah Atas, Kemdikbud..

Posting Komentar

0 Komentar