Apa itu
pemeriksaan sitologi ?
Pemeriksaan sitologi adalah pemeriksaan
laboratorium yang mempelajari sel tubuh untuk mendeteksi adanya kelainan,
seperti kanker, infeksi, atau peradangan.
Apa saja jenis Pemeriksaan sitologi ?
- Sitologi eksfoliatif: Sel diperoleh dari permukaan
jaringan atau cairan tubuh.
- Sitologi aspirasi jarum halus (FNA): Sel diambil dari
benjolan atau organ dengan jarum halus.
- Sitologi cairan tubuh: Pemeriksaan cairan seperti
urin, sputum, atau cairan pleura.
Contoh Kasus
Klinis: Pap Smear
Pap smear adalah pemeriksaan sitologi
eksfoliatif yang digunakan untuk mendeteksi dini kanker serviks.
Prosedur:
1) Dokter mengambil sampel sel dari
leher rahim menggunakan spatula atau brush.
2) Sampel dioleskan ke kaca objek
atau cairan khusus.
3) Ahli patologi memeriksa sel di
bawah mikroskop untuk melihat adanya perubahan abnormal.
Manfaat:
- Deteksi dini kanker serviks
sebelum muncul gejala.
- Menemukan perubahan pra-kanker
sehingga dapat ditangani lebih cepat.
- Menurunkan angka kesakitan dan
kematian akibat kanker serviks.
Apa Manfaat Pemeriksaan Sitologi ?
Beberapa manfaat pemeriksaan sitologi antara lain :
- Deteksi dini kanker (serviks,
tiroid, paru).
- Identifikasi infeksi bakteri atau
virus.
- Diagnosis kondisi inflamasi.
- Evaluasi lesi atau benjolan tanpa operasi besar.
📚 Referensi
1. American Cancer Society. Cytology
Tests for Cancer Diagnosis. Diakses Juni 2026.
2. WHO. Screening for Cervical
Cancer: Cytology and HPV Testing. World Health Organization, 2025.
3. Halodoc. Sitologi: Pemeriksaan
Sel untuk Diagnosis. Ditinjau Juni 2026.
4. Ekawati, 2014; Ongko, 2018. Tinjauan
Pustaka Sitologi.
0 Komentar