Sebutlah Pak Guny. Beliau sedang terlilit utang. Beberapa kali debt collector datang ke rumahnya, Pak Guny selalu berhasil menghindar. Suatu saat di sebuah mal, Pak Guny sedang mengantre membeli makanan. Saat sudah membayar di kasir Pak Guny berbalik dan persis di belakangnya seorang debt collector yang selalu dihindarinya tersenyum manis ke arah Pak Guny. Mungkin sang debt collector bergumam dalam hati, “Hahay… pucuk dicinta, ulam pun tiba.”
Apa yang terjadi pada jantung Pak Guny? Deg-degan dengan keras, bukan? Padahal sang debt collector hanya tersenyum.Pada kasus Pak Guny, perasaan merespons dengan cepat keadaan yang sedang terjadi. Deg-degan adalah reaksi jantung yang diberikan tubuh atas ketidaknyamanan perasaannya. Dan saat itu terjadi, kita bisa menebak, bahwa Pak Guny tidak bisa lagi berpikir positif. Sesuai dengan pembahasan kita di bab sebelumnya, jika itu yang terjadi, ending-nya adalah nasib yang kurang beruntung.Berlawanan dari perasaan tidak nyaman itu, perasaan yang positif ditandai dengan munculnya ketenangan hati. Hatinya tenang setenang samudra, walau apa pun yang terjadi di luar hatinya. Maka ilmu magnet rezeki di bab ini berkaitan dengan ketenangan perasaan ini. Jantung kita harus di set mode “tenang” sepanjang waktu, apa pun keadaannyaPak Guny ternyata sudah membaca buku ini, dan dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia langsung menarik napas panjang, bernapas perlahan, dan menyatakan dengan sigap dan bahagia, “Waaah… bagaimana kabarnya, Pak? Gak nyangka ketemu di sini… Saya duduk di sana ya Pak, nanti kita ngobrol santai.”Respons kelas tinggi yang ditunjukkan Pak Guny membuat debt collector itu terkejut. Saat duduk di meja yang sama, Pak Guny tetap tenang dan menyebarkan ketenangan itu ke energi di sekelilingnya. Energi itu meresap juga ke hati sang debt collector. Perlahan tapi pasti Pak Guny mampu menjawab semua keberatan sang debt collector.“Maaf Pak, saya yang salah. Saya tidak pernah bisa Bapak temui di rumah karena saya sibuk bekerja. Mengenai utang yang belum sempat terbayar (dalam hati dan pikirannya Pak Guny menyebut itu amanah, bukan utang, ingat materi Bab 2), saya benar-benar bersungguhsungguh akan membayarnya, namun saat ini belum bisa.”“Anda tidak mestinya begitu, utang adalah utang yang harus Anda bayar segera!” seru debt collector marah. “Iya, Bapak benar, saya yang salah. Saya akui itu,” Jawab Pak Guny dengan ketenangan yang tinggi. “Kalau tidak dibayar, saya akan lapor polisi,” lanjut debt collector lagi. “Ya, mau bagaimana lagi Pak, saat ini saya belum ada dana, maafkan saya,” kembali Pak Guny menjawab dengan tenang, sambil mendoakan kemuliaan bagi debt collector di depannya.Anda bisa menebak ujungnya? Ya pasti, sang debt collector itu akan memberikan tambahan waktu. Bahkan bisa jadi memberikan peluang-peluang lain untuk menjadi solusi atas masalah utang tersebut.Jikapun yang terjadi bukan seperti itu, Pak Guny siap rumahnya disita dengan ketenangan yang tinggi, pikirannya pun bisa mengatakan “Buaaagus ituuu…” dengan tenang. Pikiran dan perasaannya sudah sinkron, dan sebentar lagi Pak Guny akan mendapatkan keajaiban tingkat tinggi di dalam hidupnya. Pak Guny sedang menarik energi yang sangat besar di dalam dunia quantum. Pak Guny sedang menjadi magnet rezeki
(Rahasia Magnet Rezeki, Nasrullah)
0 Komentar